Siswa Otomotif SMK N 1 Musuk Raih Prestasi di Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2025

Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Kabupaten Boyolali kembali digelar pada tanggal 3 hingga 5 Februari 2025 sebagai bagian dari penguatan kualitas dan daya saing lulusan SMK melalui kompetisi keterampilan sesuai bidang keahlian. SMK Negeri 1 Musuk turut serta dalam kompetisi ini dengan mengirimkan dua wakil terbaik dari Program Keahlian Otomotif, yaitu Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Perwakilan dari jurusan TKRO adalah Haryanto, siswa kelas XII TKR 1, yang mengikuti lomba di SMK Negeri 1 Sawit. Sementara itu, dari jurusan TBSM, Satria, siswa kelas XII TSM 1, berkompetisi di SMK Ganesha Tama Boyolali. Keduanya merupakan siswa yang telah melalui proses seleksi internal dan pembinaan intensif oleh guru-guru produktif Otomotif serta guru kelas XII.

Dalam proses persiapan, siswa dibimbing langsung oleh dua guru pembina yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Bapak Hastowo menjadi pembina lomba untuk kompetensi Teknik Kendaraan Ringan, sementara Bapak Sidik membimbing kompetensi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Di bawah arahan keduanya, para siswa tidak hanya mematangkan kemampuan teknis, tetapi juga dibekali dengan strategi kerja, penyelesaian masalah, serta etika kerja yang sesuai dengan standar industri.

Selama perlombaan berlangsung, baik Haryanto maupun Satria mampu menunjukkan performa yang mengesankan. Mereka bekerja dengan penuh ketelitian, percaya diri, dan mampu menyelesaikan tantangan yang diberikan dengan tepat waktu. Ketekunan dan semangat juang mereka akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Haryanto berhasil meraih Juara 2 dalam bidang TKR, sedangkan Satria meraih Juara 3 dalam bidang TBSM.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK N 1 Musuk memiliki kualitas dan kompetensi yang mampu bersaing dengan sekolah lain di tingkat kabupaten. Lebih dari sekadar lomba, LKS menjadi pengalaman berharga yang mempertemukan siswa dengan standar dunia kerja sebenarnya, sekaligus membentuk karakter dan mentalitas unggul dalam menghadapi tantangan.

Para guru pembimbing mengungkapkan bahwa proses latihan tidaklah mudah, membutuhkan kedisiplinan, waktu, dan semangat belajar tinggi. Namun semangat yang ditunjukkan oleh Haryanto dan Satria selama proses pembinaan menjadi modal utama keberhasilan mereka dalam ajang ini.

LKS merupakan cerminan nyata dari tujuan pendidikan vokasi—menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap dalam teori, tetapi juga terampil secara praktik dan siap kerja. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMK N 1 Musuk untuk terus belajar, berani bersaing, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.

Selamat untuk Haryanto dan Satria, serta terima kasih kepada Bapak Hastowo dan Bapak Sidik atas dedikasinya dalam mendampingi siswa menuju sukses. Kalian telah membawa nama baik SMK N 1 Musuk dan membuktikan bahwa kerja keras selalu berbuah manis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *