Musuk, Boyolali — Kegiatan Bulan Bahasa antar kelas di SMK Negeri 1 Musuk kembali digelar pada Jumat (31/10). Penyelenggaraan di penghujung bulan Oktober ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan dimeriahkan melalui program JUSI (Jumat Literasi) yang mengusung literasi budaya serta literasi musik.
Pelaksanaan JUSI yang berlangsung di lapangan SMK Negeri 1 Musuk menjadi wadah bagi para siswa untuk menyalurkan potensi dan kreativitas, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Beragam penampilan seni yang disuguhkan berhasil menarik perhatian penonton, khususnya pertunjukan seni peran yang kerap menampilkan unsur humor sekaligus dramatika sehingga menjadi penampilan yang paling dinantikan.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah kolaborasi siswa kelas XI dan X, yang dibawakan oleh Lufky Chandra Setiawan, Surti, dan rekan-rekan. Mereka menampilkan drama berjudul Ramayana dengan sentuhan budaya Jawa. Cerita legendaris tersebut disajikan dengan penghayatan yang baik serta tata latar yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Tak jarang, dialog menggunakan bahasa daerah diselipkan dalam pementasan sehingga menambah kesan menarik dan mendapat sambutan hangat dari para penonton. Selain itu, beberapa kelas lain, seperti kelas X, juga menampilkan drama budaya Ki Ageng Pandanarang, sebuah cerita rakyat dari wilayah Ampel yang mengisahkan salah satu versi asal-usul terbentuknya Kabupaten Boyolali.
Guru Bahasa Inggris dan Seni SMK Negeri 1 Musuk, Ambar Irawan, S.Pd dan Viky Kurniawan, S.Pd, yang turut menjadi guru pendamping serta tim JUSI Bulan Bahasa, menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bahasa telah menjadi agenda rutin tahunan sekolah.
“Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada bulan Oktober. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang kelima sejak pertama kali digelar pada tahun 2018,” ujar Purwiyanti.
Program JUSI (Jumat Literasi) sendiri mencakup berbagai bentuk kegiatan literasi, di antaranya literasi digital, literasi budaya, dan literasi musik. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditampilkan sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia, sebagaimana tercermin dalam ikrar Sumpah Pemuda.
“Melalui kegiatan JUSI ini, kami ingin menanamkan semangat kebangsaan, kecintaan terhadap bahasa, serta rasa bangga terhadap tanah air Indonesia, sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya dan bahasa yang dimiliki bangsa ini,” tambah Purwiyanti.
Setelah pelaksanaan JUSI Bulan Bahasa antar kelas, rangkaian peringatan Bulan Bahasa di SMK Negeri 1 Musuk akan dilanjutkan dengan kegiatan perlombaan antar kelas maupun antar sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 10 November mendatang.