BOYOLALI – Suasana bulan suci Ramadhan 1447 H menghadirkan momen yang sangat istimewa bagi keluarga besar SMK Negeri 1 Musuk. Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Resto Rumah Brem, Boyolali, seluruh jajaran guru, karyawan, beserta keluarga berkumpul dalam sebuah agenda yang mencampuradukkan rasa bahagia dan haru.
Acara ini digelar dengan dua tujuan utama: mempererat tali silaturahmi melalui Buka Puasa Bersama dan memberikan penghormatan terakhir dalam acara Perpisahan Bapak Sutrisno, S.T., Ketua Program Keahlian (Kapro) Otomotif SMK N 1 Musuk, yang kini resmi mendapatkan amanah baru sebagai Kepala SMK Negeri 1 Juwangi.
Kehangatan Keluarga Besar di Rumah Brem
Rumah Brem yang ikonik dengan suasana asri dan sentuhan arsitektur khas Boyolali menjadi saksi bisu betapa eratnya kekeluargaan di SMK N 1 Musuk. Sejak pukul 16.30 WIB, satu per satu guru dan staf datang membawa serta keluarga mereka. Gelak tawa anak-anak dan tegur sapa hangat antar pasangan guru menciptakan atmosfer yang jauh dari sekadar relasi kerja formal. Ini adalah pertemuan sebuah keluarga besar.
Namun, di balik keceriaan itu, terselip rasa kehilangan. Sosok Bapak Sutrisno, S.T., atau yang akrab disapa Pak Tris, adalah figur yang telah lama mewarnai dinamika sekolah, khususnya di bengkel-bengkel otomotif yang menjadi jantung keterampilan siswa.
Sosok Sutrisno: Sang Inovator Otomotif
Sebagai Kapro Otomotif, Pak Tris dikenal sebagai sosok yang visioner. Beliau bukan tipe guru yang hanya terpaku pada teori di dalam kelas. Di bawah kepemimpinannya, jurusan otomotif SMK N 1 Musuk mengalami lonjakan prestasi yang signifikan. Mulai dari sinkronisasi kurikulum dengan industri otomotif ternama, hingga peningkatan sarana prasarana bengkel yang kini berstandar nasional.
“Beliau adalah mesin penggerak di jurusan kami. Ketelitiannya dan dedikasinya dalam memastikan setiap siswa kompeten adalah warisan yang sangat berharga bagi kami yang ditinggalkan,” ujar salah satu rekan guru otomotif di sela-sela acara.
Wejangan Berharga dari Bapak Mukimin, S.Pd., M.Pd.
Acara inti dimulai menjelang waktu berbuka, di mana Kepala SMK Negeri 1 Musuk, Bapak Mukimin, S.Pd., M.Pd., naik ke podium untuk memberikan sambutan sekaligus wejangan khusus bagi Bapak Sutrisno. Suasana yang tadinya riuh mendadak hening, menyimak setiap kata yang disampaikan oleh sang nahkoda sekolah.
Dalam pidatonya, Bapak Mukimin menyampaikan rasa bangga yang luar biasa. Beliau menyebut bahwa promosi Bapak Sutrisno menjadi Kepala Sekolah adalah bukti bahwa kualitas pendidik di SMK N 1 Musuk diakui di tingkat provinsi.
“Mas Tris, hari ini kami melepas jenengan bukan untuk berpisah, melainkan untuk melihat jenengan menebar manfaat yang lebih luas di SMK N 1 Juwangi,” buka Bapak Mukimin dengan nada yang penuh wibawa namun menyentuh.
Bapak Mukimin memberikan tiga pesan utama atau wejangan bagi Pak Tris dalam mengemban jabatan barunya:
- Integritas sebagai Kompas: Beliau menekankan bahwa menjadi Kepala Sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan jabatan kepemimpinan moral. Integritas harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan kebijakan.
- Melayani, Bukan Dilayani: Sebagai pimpinan baru, Pak Tris diharapkan tetap memegang teguh prinsip kerendahan hati yang selama ini ditunjukkan di Musuk. Seorang kepala sekolah harus mampu merangkul semua elemen, dari guru senior hingga staf pendukung.
- Inovasi Tanpa Henti: Mengingat latar belakang Pak Tris dari dunia teknik, Bapak Mukimin berpesan agar semangat “teknisi” yang solutif tetap dibawa. Jangan takut melakukan terobosan untuk memajukan SMK N 1 Juwangi.
“Ingatlah, Mas Tris, nama baik SMK N 1 Musuk kini melekat pada pundak jenengan di sana. Jadilah pemimpin yang meninggalkan jejak kebaikan di mana pun jenengan berpijak,” pungkas Bapak Mukimin sambil menyalami Bapak Sutrisno dengan erat.
Detik-Detik Berbuka dan Penyerahan Kenang-Kenangan
Tepat saat adzan Maghrib berkumandang, seluruh hadirin membatalkan puasa dengan sajian takjil yang segar. Setelah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama yang penuh kekeluargaan.
Puncak emosi terjadi saat sesi penyerahan kenang-kenangan. Satu per satu perwakilan unit kerja memberikan cinderamata sebagai simbol cinta dan rasa terima kasih. Bapak Sutrisno tampak berkaca-kaca saat menerima album foto berisi dokumentasi kegiatannya selama bertahun-tahun di SMK N 1 Musuk.
Dalam balasan singkatnya, Pak Tris menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Mukimin atas bimbingannya selama ini. “Bapak Mukimin adalah guru bagi saya dalam hal kepemimpinan. Ilmu yang saya dapatkan di sini akan saya bawa sebagai modal berharga di Juwangi. Mohon doa restunya,” ujar Pak Tris singkat karena menahan haru.
Menatap Masa Depan di Juwangi
Kepindahan Bapak Sutrisno ke SMK N 1 Juwangi adalah sebuah kehilangan besar bagi SMK N 1 Musuk, namun ini adalah kemenangan bagi dunia pendidikan vokasi di Boyolali. Dengan kompetensi teknik yang mumpuni dan bimbingan manajerial dari Bapak Mukimin, Pak Tris diyakini akan membawa warna baru yang progresif bagi sekolah barunya.
Bagi para siswa di Musuk, kepergian Pak Tris adalah motivasi. Beliau membuktikan bahwa seorang guru yang tekun dan berdedikasi tinggi bisa mencapai puncak karier yang gemilang.
Penutup
Malam di Rumah Brem itu berakhir dengan sesi foto bersama seluruh keluarga besar. Meski acara telah usai, obrolan-obrolan hangat masih terus berlanjut hingga larut malam. Ramadhan 2026 ini akan selalu dikenang sebagai Ramadhan perpisahan yang penuh berkah.
Selamat bertugas, Bapak Sutrisno, S.T., di SMK Negeri 1 Juwangi. Terima kasih atas segala dedikasi, keringat, dan inspirasi yang telah diberikan untuk SMK Negeri 1 Musuk. Dan terima kasih kepada Bapak Mukimin atas wejangan yang tidak hanya menguatkan Pak Tris, tapi juga memotivasi kami semua untuk terus berkarya.
Dari Musuk untuk Juwangi, Doa Kami Menyertaimu!
Data Publikasi Website:
- Penulis: Tim Humas & IT SMK N 1 Musuk
- Editor: Redaksi Website Sekolah





